Jumat, 06 September 2013

Cerpen : Sweet Bandung

by Annisa Ekayosa at 09.56
Pagi ini aku berjalan menyusuri jalan,pagi yang cerah untuk hati yang cerah. Hari ini adalah hari pertama aku masuk sekolah menengah,cukup menegangkan karena aku baru pertama kali pindah ke bandung. Aku sekarang tinggal bersama bibi yang tinggal di bandung dan tidak jauh dari sekolah ku. Bibi tinggal didaerah perkebunan teh tepatnya dijalan malabar. Rumah bibiku cukup desa jadi aku perlu berjalan kaki untuk keluar dari daerah ini,aku senang berjalan kaki karena itu cukup sehat. Hari ini aku sudah bersemangat pergi kesekolahh. Bandung?I’m Comming !!

Nama ku Valenia,orang sekitar sering memanggilku Valen. Hari ini disekolah baru dan saatnya masa orientasi siswa dimana hal yang tidak sama sekali aku sukai yaitu menuruti kemauan kakak senior yang galak ! “kenalin nama gua agusti,gua senior disini dan gak ada yang boleh bantah perintah gua,disini selama kalian dalam masa orientasi,ada pasal yang mesti harus kalian laksanain dan itu berlaku sampai hari terakhir kalian mos,pasal 1 senior tidak pernah salah,pasal 2 jika senior salah,kembali ke pasal 1,disini juga kalian gak boleh tengil..................” bla bla bla itu yang dikatakan oleh senior,dan ini akan berlangsung selama 3 hari kedepann..

3 hari kemudian...

3 hari telah berlalu,masa orientasi telah usai,sekarang aku fix menjadi siswi disekolah ini,hari ini aku bersemangat sekali untuk berangkat kesekolah,kali ini ayah ku mengirimkan ku sebuah supir agar aku tidak berjalan kaki setiap ingin berangkat kesekolah. Sesampainya aku disekolah,aku langsung menyapa beberapa orang yang aku lewati dengan perasaan ceria. Menurut beberapa orang masa SMA adalah masa yang paling indah dan menyenangkan maka itu aku ingin memulainya hari ini dan tak ingin menodai kebahagiaan ini dengan cinta.

Bicara tentang cinta,banyak yang bilang bahwa cinta itu indah,bisa disebut indah dari mana jika kebanyakan orang yang berpacaran pasti menangis?namanya sudah “jatuh cinta” dimana-mana jatuh itu sakit kecuali jika kita jatuh di tempat yang empuk,begitu juga dengan cinta,jatuh cinta itu sebenarnya sakit kecuali jika kita jatuh dipelukan orang yang kita sayang dan menyayangi kita dengan tulus,itu akan menjadi sangat menyenangkan begitupun sebaliknya jatuh cinta akan terasa menyakitkan jika kita mencintai orang yang tidak mencintai kita,itulah alasan mengapa aku memilih sendiri dari pada berelentionship.

Satu bulan sudah aku bersekolah dan aku memiliki banyak teman,bermain kesini bermain kesana itu sungguh menyenangkan jika kita lakukan bersama sahabat atau teman terdekat kita. Aku sudah terbiasa hidup seperti ini,berkumpul dengan beberapa sahabat dan teman terdekatku sampai pada suatu hari aku merasakan kesepian yang sangat mendalam,entah apa yang aku rasakan sekarang,rasanya begitu sepi bahkan disaat aku sedang berkumpul dengan teman teman ku juga,aku heran,perasaan didalam hati ingin memiliki orang yang spesial tetapi bukankah aku sudah memiliki orang yang menyayangiku disini seperti orangtuaku walau tak berada disini,bibi,paman,santi (sepupuku),dan sahabat sahabat ku?perasaan ini begitu kental hingga suatu malam aku menangis karena perasaan ini

Pagi ini aku merasa tidak enak dan baru pertama kalinya aku merasa malas sekolah,aku rasa mungkin karena sakit atau semacam apalah. Ini benar benar aneh,sebenarnya apa yang sedang aku rasakan
“you look pale len,are you sick?” tutur andien
“gua gak apa-apa kok an,emang muka gua keliatan pucet?” jawabku
“yea,you’re so bad today” jelasnya, aku heran kenapa dengan diriku
“an,gua mau tanya,apa gua keliatan aneh sekarang?” tanya ku kepada andien
“gak,emang kenapa” “gua baik baik aja cuman kenapa sekarang rasanya gua kesepian dan pingin ada orang spesial didalam diri gua padahal gua itu gak ada niatan jatuh cinta” jawab ku lemas
“aaaaah mungkin ini lah masa masa lesbi lo selesaaai,lo butuh cowok len” ceplos andien “whaat?lesbi?ih apaan sih lo,gua itu bukan lesbi,gua cuman mau nikmatin masa sma ini tanpa rasa galau yang sering cewek cewek lakuin sekarang,jatuh cinta itu gak enak tau” jawabku dengan enteng
“tapi nyatanya?sekarang lo perlu kan someone speciall ?” ledek andien , yah mungkin aku bisa memulai nya saat ini,aku memikirkan itu setiap saat dan setelah aku pikir pikir tidak ada salahnya karena jika tidak sekarang kapan lagi aku akan memulainya.

Andien memperkenalkan ku dengan teman temannya tetapi tidak ada yang cukup menarik bagiku,sampai dia membawa beberapa foto cowok keren dan kaya di bandung dan tetap tidak ada yang membuatku tertarik.

 Akhirnya andien memaksa ku untuk ngedate dengan salah satu teman dekatnya di smp dulu. Aku hanya menurut saja karena aku tidak mengerti hal yang seperti ini Malam ini andien kerumah ku bersama reza lelaki yang akan ngedate dengan ku. Akan tetapi saat andien melihatku berdandan simple dia tertawa geli

“kenapa?ada yang salah?” tanya ku kebingungan,andien tetap tertawa meledek “dinnn kenapa sihh??” kupertegas

“haha lo mau kemana len?”
“ya mau ngedate dong” jawabku sambil tertawa geli
“dengan baju kaya gini?” tanya andien
“loh memang apa salahnya dengan baju gua?kaos dan jeans ini cukup bagi gua” jawab ku
“oke oke itu bagus kalau lo pergi sama gua ke mall atau ke perpus tapi ini ngedate loh valen sayang,dan reza mau ngajak lo makan malem di tempat romatis” jelas andien
“ya terus apa yang salah dari baju gua?” tanyaku polos,tiba-tiba andien membuka lemari ku dan memilih millih baju
“baju lo bagus bagus cuman yang punya gak mau pake” ucap andien mengomel sendiri “nah ini bagus buat suasana malem ini”
andien mengambil gaun warna biru tua dengan pita dileher
“apa gak terlalu feminim din?” tanyaku ragu
“engga kok,udah cepet nanti reza nunggu lama” jawab andien terburu-buru Aku merasa ragu memakai gaun ini tetapi demi menuntaskan perasaanku yang gila ini aku paksa saja untuk memakainya dan memakaikan mukaku sedikit make up.

Setelah selesai aku berdandan singkat,aku melihatkan diriku dicermin,menurutku ini tidak terlalu buruk,gaun biru pendek dan pita dileher membuat manis malam ini. Setelah itu aku keluar kamar dan menuruni tangga perlahan karena aku menggunakan sepatu tinggi. Baru pertama kali aku melakukan ini,suatu hal yang menggelikan. Seseorang lelaki yang akan mengajakku jalan dan lebih penting lagi aku tak tau harus berbicara apa nantinya

 “valen...” ucap andien melangaa
“hah....?” jawabku dan aku melihat reza menyenggol andien
“ah iya len,ini reza dan reza ini valenia” jelas andien

Kami berjabatan tangan dan dia tersenyum,menurut orang,ketika kita bersentuhan dengan lelaki yang kita cinta,jantung ini akan terasa berdegup kencang tetapi aku tidak merasakan apa-apa hanya merasakan panik apa yang akan aku lakukan ketika bersamanya

 “yaudah yuk kita berangkat sekarang” ucap reza akan tetapi andien membantah
“malem ini gua nginep tempat lo kan len tapi gua kayanya gua gak bisa ikut soalnya perut gua..”
“lo gak kenapa-kenapa din?” tanya ku,dan membisikannya “jangan modus lo” dia hanya tertawa kecil lalu lari kekamar,sial andien,aku harus apa ketika bersama dia

 “mungkin andien beneran sakit len,yaudah kita berdua aja gak masalah atau dibatalin aja? Ucap reza agak kecewa memecahkan lamunanku
“ jangan za,sayang kan lo udah disini” jawab ku kaku
“yaudah kalo gitu kita berangkat sekarang yuk len” jawabnya dengan riang Yah malem ini

aku bingung harus melakukan apa karena aku belum berpengalaman dalam hal seperti ini. Sesampainya di cafe aku hanya bisa terdiam dan dia pun diam sehingga suasana malam itu terasa sepi,hampa dan suram. Tepat pukul 9 aku mengajaknya untuk pulang dan dia setuju.

Selama dimobil kami pun terdiam tanpa ada bahasan satupun yang ia katakan. Sesampainya dirumah aku langsung masuk kerumah dan tidak akan melakukan hal bodoh seperti ini lagi. Dikamarku sudah ada andien sedang merias kuku

“heiii kok cepet banget sih len !” ujar andien
“GUA GAK AKAN NGEDATE LAGI!” jawabku
“lah kenapa?reza nyakitin lo atau kenapaa?agresiff?” tanya andien
“agresif?jangan kan agresif,ngajak ngbrol aja engga,dia itu asik sama makanannya sendiri din,ilfeel gua ihh” jelasku
“yaudah cowok yang gak kaya gitu banyak nanti gua kenalin lagi deh dengan temen gua” jelas andien
“udah lagi ya dien,biar aja waktu yang nentuin,nyesel gua ambil langkah ini,dah ah gak lagi” jelas ku. Jujur aku sangat kecewa dengan malam ini,yah sangat mengecewakan

Pagi di hari minggu yang sangat cerah untuk hati yang suram,itu yang aku rasakan ketika aku membuka jendela kamarku dan menghirup udara perkebunan. Aku tidak ingin menyia nyiakan pagi ini. Aku akan ke danau dekat perkebunan yang diceritakan bibi. Aku segera membangunkan andien tetapi andien tidak juga bangun,terpaksa aku harus berjalan sendirian.

Di arloji ku menunjukan pukul 8 tetapi suasananya terasa pukul 6. Aku sangat menikmati pagi ini,cukup jauh juga danau yang dibicarakan bibi tersebut. Sekitar 30 menit aku berjalan,aku telah menemukan danau tersebut,sepi sekali mungkin karena cuacanya mendukung untuk tetap tidur tapi aku yakin,mereka akan melewatkan momen ini.

Aku duduk di dermaga dan memainkan kakiku diair tiba datanglah sesosok lelaki mengagetkan ku dan duduk disampingku

“jangan banyak ngelamun disini,nanti kesambet neng” ujarnya “gak baik sendirian kedanau ini sendirian apalagi cewek neng” lanjutnya
“loh emangnya kenapa ya?” tanya ku penasaran
“ya nanti diculik hatinya sama saya hehe” lawakannya,ah aku tak tau maksud orang ini hanya saja aku terasa nyaman berdekatan dengannya padahal akku belum kenal dia
“bisa aja sih lo,lo orang sini ya?” tanya ku
“iya neng,nama saya sofian,pasti neng ini keponakannya teh ida yang baru beberapa bulan yang lalu kesini” jawabnyaa
“loh kok lo bisa tau gitu sih tentang gua?emg bibi ceritain gua ke lo” ujar ku
“ah engga kok neng ,saya cari tau sendiri” jawab sofian
“cari tau sendiri?haha jadi lo kepoin gua”
“hehe engga juga sebenernya neng,cuman pingin tau aja” jawab sofian
“apa bedanya sofiaannn,oh iya dari tadi lo manggi gua neng neng neng,emgnya gua apa,panggil aja valen,gak usah pake neng oke” jelasku
“okedeh neng,eh valen”

Pertemuan ini bukanlah pertemuan singkat seperti aku dan reza tetapi ini berujung yang bahkan aku tidak mengerti. Sejak itu sofian sering mengajakku mengitari malam bandung dengan motornya. Ini sangat menyenangkan dan aku merasa hati ini ada yang mengisi. Apakah ini yang disebut CINTA? Ah apakah ini saatnya?aku tak tau perasaan ini bercampur aduk

Siang ini baru pertama kalinya aku dijemput bukan dengan supir melainkan dengan sofiann,rasanya nyaman berada didekatnya. Aku tak ingin jauh jauh darinya, aku pun tak tau apa yang aku rasakan sekarang. Apa aku sudah gila,ntahlah intinya saat ini aku bahagia 

Sofian yang aku kira adalah anak yang cupu rupanya ia adalah anak yang cukup gentle dan keren. Setelah kami memutari jalan bandung dia mengajakku ke perkebunan teh , kami seperti anak kecil yang baru saja menemukan taman bermain. Kami berlari kesana kemari sampai aku terjatuh karena terselandung batu. Sofian membantuku bangun dan dia seperti orang yang sudah lama mengenalku

“valen..valen..kamu gak apa apa?” tanya sofan panik
“ak..akuu gak apapa kok yan” jawab ku sambil membersihkan rok sekolahku
“len..” Aku masih sibuk membersihkan rokku sehingga aku tidak menghiraukan sofian “len..kamu..” sebut sofian
“aku gak apa apa yaaann” jawab ku
“bukan bukan itu,aku mau bilang sesuatu len” ujar sofian
“ada apa yan?” tanya ku penuh curiga
“aku..aku ngerasa nyaman banget deket kamu len,aku rasa perasaan ini udah gak bisa nerima kalo hanya sekedar jadi temen,len.. jwab jangan diem aja” oceh sofian
“maksud kamu apaan sih yann” jawabku yang masih belum mengerti maksud sofian
“mungkin aku gak bisa rangkai kata kata buat kamu len,cuman yg aku rasain sekarang nyaman kalo ada dideket kamu,aku mau kita pacaran len,yah mungkin kita baru kenal beberapa hari yang lalu cuman len beneran aku cinta kamu”

Hah cinta?akhirnya ada seseorang yang menyatakan perasaannya kepadaku,aku bingung harus jawab apa,karena ini adalah yang pertama bagiku

“iya yan aku juga nyaman ada dideket kamu” ujarku
“ya terus?kita sekarang pacaran...?” tanya sofiaan
“ah,iya mungkin yaa,ya iyalah yan” jawab ku gugup

Akhirnya hari itu kami meresmikan hubungan kami,kami sering tertawa dan menghabiskan waktu bersama. Yah kami sering menikmati malam bandung bersama dan sekarang aku sedang “jatuh di tempat yang empuk” dan itu bener bener menyenangkan bangeeet

Akhirnya aku percaya bahwa jatuh cinta itu indah asalkan kita tidak asal jatuh cinta kepada orang yang salah. Cinta itu dimana orang saling mencintai,menyayangi dan menjaga,jika kekasihmu berani mengeluarkan airmata mu dan menggores hatimu berarti dia sudah gagal menjaga mereka. Cintailah orang yang mencintaimu dan hal itu sudah aku rasakan bersama sofian. Sweet bandung 

0 bagi komentar dan saran ya :$:

 

ANNISA EKAYOSA'S BLOG Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review